Virus dan komitmen
Inilah kebiasaanku yang sulit sekali diubah, tiap belajar apapun sulit sekali fokus pada tujuan.
Pada awalnya belajar sangat menggebu, antusias, hingga dalam apapun pembicaraan selalu jadi salah satu bahan omongan. Energi full dicurah pada kasus yang sedang dipelajari. Segala upaya dikerahkan mulai dari cari buku-buku referensi sampai tanya-tanya sama om google, pokoknya tiada hari tanpa belajar. Khayalan membumbung tinggi seperti layaknya seperti orang berpacaran. Tahap awal belajar tanpa ada kesusahan. Grafik pengetahuan naik dengan bagusnya. Namun, sayang tatkala kesulitan mulai menghadang penyakit kambuhan juga datang. Antusias yang semula menggebu kini luruh oleh waktu. Perlahan tapi pasti virus malas meraja. Laksana embun pagi yang sejuk, indah, dan bening akhirnya lenyap tak berbekas seiring datangnya fajar. Hanya komitmen yang bisa mempertahankan harapan.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda